Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menggelar buka puasa bersama pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan organisasi masyarakat (ormas) Islam se-Kota Pematangsiantar di rumah dinas wali kota, Jalan MH Sitorus, Sabtu (14/03/2026) sore.
Didampingi Ketua TP PKK Ny. Liswati, kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar dengan para tokoh agama dan pengurus masjid serta musholla. Sejumlah unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak, perwakilan Dandim 0207/Simalungun, serta Kejaksaan Negeri Pematangsiantar.
Turut hadir pula Sekda Junaedi Antonius Sitanggang, Ketua MUI Kota Pematangsiantar Drs. HM Ali Lubis, pimpinan pondok pesantren, ulama, tokoh agama, serta berbagai perwakilan ormas Islam.
Dalam suasana penuh kebersamaan, Wesly bersama Forkopimda juga menyerahkan cenderamata kepada perwakilan ormas Islam dan pengurus BKM.
Dalam sambutannya, Wesly menegaskan bahwa banyaknya jumlah masjid di Kota Pematangsiantar harus diiringi dengan semangat untuk terus memakmurkannya. Ia juga mengingatkan pentingnya peran masjid menjelang arus mudik Idul Fitri.
Ia meminta para pengurus BKM membuka masjid bagi para pemudik yang kelelahan agar bisa beristirahat, sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan masjid.
Wesly juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingkat toleransi di Kota Pematangsiantar yang diakui secara nasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, mempererat silaturahmi, serta menjadi wadah pendidikan bagi generasi muda.
Dalam kesempatan itu, Wesly turut mengajak para pengurus BKM dan tokoh agama untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman narkoba. Ia menilai, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan anak-anak tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan fasilitas masjid, termasuk penerangan, demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi jamaah.
Menurut Wesly, momentum Ramadan harus dimanfaatkan sebagai waktu terbaik untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Ia berharap hubungan harmonis antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan Islam dapat terus terjaga.
Pemerintah Kota Pematangsiantar, lanjutnya, menyadari peran penting BKM, ulama, dan ormas Islam dalam menjaga kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan penuh toleransi. Masjid dan musholla, kata Wesly, merupakan pusat pembinaan umat sekaligus ruang membangun kepedulian sosial.
“Melalui kesempatan ini, mari kita terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, dan bersama-sama mendukung pembangunan Kota Pematangsiantar agar semakin Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” tegasnya.
Mewakili ormas Islam, Sekjen PC NU Lintong Sirait menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk nyata menebar kasih dan memperkuat persaudaraan di bulan Ramadan.
Sementara itu, perwakilan BKM Masjid Nurul Ikhwan Kecamatan Siantar Marihat menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Ia berharap semangat toleransi terus digaungkan di seluruh masjid dan musholla di Kota Pematangsiantar.
Acara tersebut juga dihadiri berbagai organisasi Islam, mulai dari NU, Muhammadiyah, Al-Washliyah, hingga organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan Islam, yang semakin memperkuat nuansa kebersamaan dalam momentum Ramadan.

