Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama Forkopimda menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat Toba 2026. Kegiatan ini dipimpin Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak bersama perwakilan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan, di Aula Widya Satya Brata Mapolres Pematangsiantar, Selasa (10/03/2026).
Rakor dihadiri unsur TNI, Kejaksaan, OPD Pemko Pematangsiantar, hingga para camat dan kapolsek. Sejumlah pihak juga memaparkan kesiapan masing-masing instansi dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026.
Dalam arahannya, Zainal Siahaan menekankan pentingnya komunikasi yang efektif kepada masyarakat, terutama terkait informasi harga kebutuhan pokok agar tidak menimbulkan kepanikan.
“Kita harus memberikan informasi yang menenangkan. Jangan sampai terjadi keterlambatan respons yang justru memicu keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh OPD untuk bergerak cepat dalam merespons berbagai persoalan di lapangan, termasuk perbaikan infrastruktur seperti jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan saat arus mudik.
Selain itu, Zainal memperkenalkan sistem informasi harga bahan pokok berbasis digital milik Pemko Pematangsiantar bernama Cik Laila (Cek Informasi Kebutuhan Pengendalian Inflasi Terintegrasi), yang dapat diakses masyarakat untuk memantau harga terkini.
Sementara itu, Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak menegaskan bahwa Operasi Ketupat merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama arus mudik, perayaan Idul Fitri, hingga arus balik.
“Diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat dari seluruh instansi agar pelaksanaan operasi berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus pengamanan meliputi rumah ibadah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, jalur tol dan ringroad, stasiun, serta titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil koordinasi, stok BBM di wilayah Pematangsiantar dipastikan aman selama periode operasi.
Kapolres juga meminta Dinas PUTR segera memperbaiki jalan rusak di jalur mudik untuk mencegah kecelakaan, serta meningkatkan pengawasan di perlintasan kereta api yang belum dilengkapi palang pengaman.
Tak kalah penting, pengamanan pelaksanaan Salat Idul Fitri juga menjadi prioritas, agar masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Melalui Rakor Linsek ini, seluruh pihak diharapkan dapat menyamakan persepsi dan langkah strategis, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 di Kota Pematangsiantar berjalan optimal dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

