Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn memimpin langsung delegasi Kota Pematangsiantar dalam Karnaval Budaya Nusantara “The Sparkling of Local Heroes & Culture”, yang menjadi puncak rangkaian penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026, di Kota Medan, Kamis (2/7/2026) malam.
Mengenakan pakaian adat Simalungun, Wesly berada di barisan terdepan memimpin rombongan yang menampilkan Pesona Budaya Simalungun dipadukan dengan kekayaan budaya berbagai etnis yang hidup berdampingan di Kota Pematangsiantar.
Penampilan tersebut sukses mencuri perhatian ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute karnaval. Meski hujan mengguyur lokasi acara, antusiasme penonton tidak surut. Tepuk tangan dan sorak-sorai terus mengiringi langkah delegasi Pematangsiantar hingga parade berakhir.
Atraksi budaya yang memadukan seni tradisional dengan sentuhan kreativitas modern itu juga disaksikan para wali kota dari seluruh Indonesia yang hadir dalam Rakernas APEKSI.
Usai kegiatan, Wesly menyampaikan rasa bangga atas sambutan hangat masyarakat Kota Medan terhadap delegasi Pematangsiantar.
“Luar biasa animo masyarakat walaupun hujan, khususnya kepada delegasi kita dari Kota Siantar. Tampilan budaya Simalungun dan multi etnis dari Kota Pematangsiantar menggambarkan Pematangsiantar sebagai Kota Toleran ke-4 se-Indonesia. Apalagi penampilan ini disaksikan oleh wali kota seluruh Indonesia,” ujar Wesly.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Karnaval Budaya Nusantara bukan sekadar menampilkan kesenian daerah, tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan identitas Pematangsiantar sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, toleransi, dan harmoni antaretnis.
Ia berharap momentum Rakernas APEKSI menjadi ruang bagi seluruh pemerintah kota di Indonesia untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat kolaborasi, serta membangun daerah melalui pelestarian budaya lokal.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi kepada seluruh kontingen yang tetap tampil maksimal meskipun hujan mengguyur sepanjang pelaksanaan karnaval.
“Saya mengapresiasi seluruh kontingen. Ini cermin dari rasa cinta akan kebudayaan dan menjadi kekuatan persatuan bangsa kita,” kata Bima Arya.
Penampilan delegasi Kota Pematangsiantar dalam ajang nasional tersebut menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap mampu menjadi daya tarik sekaligus media memperkuat persatuan, memperkenalkan identitas daerah, dan mengangkat citra Pematangsiantar sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. (*)

