Wali Kota Wesly Silalahi menyambut hangat audiensi Ephorus GKPS Jhon Christian Saragih bersama Panitia Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi United Evangelical Mission (UEM), di ruang kerja wali kota lantai 2 Balai Kota Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Selasa (05/05/2026) sore.
Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Pematangsiantar dengan gereja dalam menjaga toleransi, keberagaman, dan keharmonisan sosial di Kota Pematangsiantar.
Dalam audiensi itu, Ephorus GKPS Pdt Jhon Christian Saragih menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan Wesly Silalahi. Ia menjelaskan, tahun ini GKPS dipercaya menjadi panitia Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi UEM, sebuah momentum penting yang dinilai sangat istimewa bagi GKPS maupun masyarakat Pematangsiantar.
Menurutnya, Pematangsiantar memiliki posisi strategis sebagai kota yang menjadi pusat berbagai denominasi gereja, termasuk GKPS.
Pdt Jhon Christian juga mengapresiasi rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar yang dinilainya sukses menarik antusiasme masyarakat, terutama kegiatan karnaval budaya yang berlangsung meriah.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengundang Wesly Silalahi untuk menghadiri Pentahbisan Tujuh Pendeta yang dijadwalkan berlangsung di GKPS Getsemani Raya, Kabupaten Simalungun, 14 Juni 2026 mendatang.
Sementara itu, Ketua Panitia Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi UEM Jenny Rossy Purba menjelaskan, konser yang akan digelar di Jakarta pada 20 Juni 2026 nanti akan mengangkat kekayaan budaya Simalungun sebagai identitas utama pertunjukan.
Menanggapi hal tersebut, Wesly Silalahi menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Pematangsiantar terhadap pelaksanaan Konser Harmoni 30 Tahun Internasionalisasi UEM.
Menurut Wesly, Pematangsiantar merupakan kota heterogen yang hidup dalam keberagaman dan toleransi yang kuat. Ia menegaskan pentingnya seluruh elemen masyarakat, termasuk gereja, untuk terus menjaga suasana harmonis tersebut.
“Pematangsiantar sudah meraih peringkat empat Kota Toleran se-Indonesia versi Setara Institute. Ini harus terus kita jaga bersama,” ujar Wesly.
Wesly berharap kegiatan Konser Harmoni UEM dapat berjalan lancar dan menjadi sarana memperkenalkan budaya serta semangat toleransi Kota Pematangsiantar ke tingkat nasional.

