Sebanyak 335 siswa SMA Plus Efarina menuntaskan rangkaian Diklat Pembinaan Mental, Fisik dan Disiplin (Bintalfisdis) Tahun Ajaran 2026/2027. Momentum tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolres Simalungun AKBP Dr. Hendri Nupia Dinka Barus, S.H., S.I.K., M.M., yang hadir dalam upacara penutupan di Lapangan Utama SMA Plus Efarina, Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Jumat (2/10/2026).
Kehadiran Kapolres bukan sekadar memenuhi undangan. Di tengah ratusan siswa yang baru menyelesaikan pendidikan mental, fisik dan disiplin tersebut, Polri menunjukkan dukungannya terhadap pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin dan berintegritas.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan kehadiran Kapolres merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
“Kehadiran Kapolres Simalungun dalam kegiatan ini adalah bentuk nyata Polri untuk masyarakat, melalui Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat,” ujar Verry.
Upacara dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Sebanyak 335 siswa mengikuti seluruh rangkaian penutupan diklat.
Prosesi diawali dengan persiapan pasukan, masuknya komandan upacara hingga pengambilalihan komando. Selanjutnya, inspektur upacara tiba dan rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, laporan komandan upacara serta pemeriksaan pasukan.
Momentum utama ditandai dengan pernyataan penutupan Diklat Bintalfisdis T.A. 2026/2027 dan penyematan Wing Tangguh Efarina kepada para peserta.
Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan amanat dan doa sebelum seluruh prosesi ditutup dengan penghormatan pasukan serta Mars Efarina.
Namun, kegiatan tidak berhenti pada seremoni. Para siswa kemudian menunjukkan hasil pembinaan melalui berbagai atraksi dan penampilan, mulai dari keterampilan baris-berbaris, Display Drum Corps Efarina, pencak silat militer double stick dan sparco, mountaineering, vocal solo hingga tari kolosal.
Sejumlah tokoh turut hadir menyaksikan momentum tersebut, di antaranya Pendiri Yayasan Efarina Prof. Dr. JR Saragih, S.H., M.H., Bupati Simalungun Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., Danrindam I/BB Brigjen TNI Abdul Razak Rangkuti, Danbrigif TP 36/HM Kolonel Inf Sunardi, S.H., serta Dandenpom I/1 Pematangsiantar Letkol Cpm Haru Prabowo, S.H., M.H., M.P.M.
Hadir pula unsur TNI, DPRD Simalungun, tokoh agama, pengurus Yayasan SMA Plus Efarina, tenaga pendidik serta para orang tua siswa.
Kehadiran lintas institusi tersebut memperlihatkan dukungan bersama terhadap proses pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
Untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, personel Polres Simalungun melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup sepanjang rangkaian acara.
“Personel Polres Simalungun melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup selama kegiatan berlangsung, sehingga upacara penutupan diklat ini berjalan aman dan kondusif,” kata Verry.
Menurutnya, pembinaan mental, fisik dan disiplin menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan di masa depan. Namun, nilai yang diperoleh para siswa diharapkan tidak berhenti selama mengikuti pendidikan, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Polres Simalungun berharap para peserta mampu membawa nilai kedisiplinan, ketangguhan, integritas dan tanggung jawab yang diperoleh selama mengikuti diklat sebagai bekal untuk berkontribusi bagi keluarga, lingkungan, masyarakat dan bangsa.
Penutupan Diklat Bintalfisdis 335 siswa SMA Plus Efarina pun menjadi momentum yang mempertemukan dunia pendidikan dengan unsur TNI, Polri, pemerintah dan tokoh masyarakat dalam satu tujuan: mendorong lahirnya generasi muda yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat mental, disiplin dan berkarakter.
