Setelah hujan deras disertai angin puting beliung di Desa Janji nauli Kecamatan Purbatua Kabupaten Tapanuli Utara kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Taput pada Senin (27/3/2023).
Hujan deras yang berlangsung selama sekitar 5 jam itu juga merusak puluhan rumah dan bangunan milik warga desa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara Bonggas Pasaribu dihub via wa melaporkan 2 tempat sekolah juga kena angin puting beliung yang mengakibatkan kerusakan kepada wartawan, Selasa (28/3/2023).
Bpbd menuturkan akibat guyuran hujan deras disertai angin puting beliung yang terjadi mengakibatkan puluhan rumah rusak. Kerusakan yang terjadi mulai kategori ringan hingga berat dan kebanyakan berupa atap rumah rontok atau pun terbang terbawa angin.
Atas peristiwa tersebut Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs. Nikson Nababan, M. Si ungkapkan keprihatinannya terhadap warganya yang tertimpa bencana alam angin puting beliung di 3 Desa Kecamatan Purba Tua pada Senin lalu (27/3/2023) sekitar pukul 17.00 WIB dan memerintahkan seluruh jajaran terkait untuk turun langsung ke lokasi kejadian.
Menindaklanjuti instruksi Bupati tersebut, Ketua TP PKK Taput, Satika Simamora, SE, MM didampingi Asisten I Bahal Simanjuntak, Kadis Sosial Denni Simamora dan Camat Purbatua Maradu Sitompul mengunjungi para korban dengan memberikan penghiburan moril serta bantuan materi, di Gereja Kristen Protestan Angkola, Kecamatan Purbatua, Jumat (31/3/2023).
Selain menyerahkan bantuan berupa bahan makanan, Satika Simamora juga menyerahkan tali asih hasil penggalangan dana yang terkumpul melalui suatu aplikasi sebesar 12, juta 500 ribu rupiah serta susu dan biskuit bagi para lansia dan anak.
Satika Simamora bersama rombongan juga memberikan Boras si pir ni Tondi, Pisang Sitonggitonggi hingga air putih kepada perwakilan korban sebagai bentuk penghiburan bagi korban bencana puting beliung.
“Tidak ada satupun insan manusia yang ingin musibah terjadi, mari sama-sama berdoa meminta kepada Tuhan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kita tidak tahu apa yang terjadi dalam kehidupan kita, akan tetapi tetap lakukan yang terbaik, sehingga apapun terjadi kita tetap siap,” ucap Satika Simamora.
“Sekarang Instansi terkait masih menghitung estimasi kerusakan dan selanjutnya akan diberikan bantuan sesuai tingkat kerusakan masing-masing. Bantuan yang kita sampaikan saat ini mungkin tidak seberapa, tapi ini bentuk keperdulian terhadap apa yang dialami saudara kita. Yang utama agar masyarakat bersama pemerintah harus tetap saling mendoakan agar tujuan pembangunan dapat tercapai, mari persiapkan diri jadi orang baik,” akhir pesan Satika Simamora.
Salah satu mewakili korban masyarakat Desa Janjiangkola Parasian Hutapea, selain ungkapkan rasa haru, juga menyampaikan terimakasihnya atas respon cepat Bupati Tapanuli Utara bersama jajarannya termasuk Camat dan Kepala Desa yang cepat serta kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah.
“Kami akui, inilah pemimpin yang baik dan tanggap terhadap penderitaan warganya. Terima kasih atas perhatian dan bantuan ibu Sukur Nababan boru Silaen atas penggalangan dana ibu. Kami akan selalu mengenang hal baik yang selalu ibu tunjukkan dengan slogan ‘Huhaholongi Doho‘,” pungkasnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Camat Purbatua Maradu Sitompul melaporkan kronologis bencana alam tersebut.
“Kejadian Angin Puting Beliung terjadi Hari Senin sore lalu diawali hujan dan angin kencang disertai petir. Dan angin puting beliung menyapu puluhan rumah dan banyak pohon tumbang menimpa beberapa rumah Korban sebanyak 61 unit bangunan di 3 desa, antara lain Desa Parsaoran Janjiangkola, Pardomuan Janjiangkola, dan Janji Nauli. Beberapa rumah, atap secara keseluruhan diterbangkan angin kencang” tukas Maradu.

