Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn secara resmi membuka Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 dengan memukul Gonrang di Lapangan Adam Malik, Sabtu (20/06/2026). Pembukaan ajang keagamaan terbesar bagi generasi muda Islam di Sumatera Utara itu berlangsung meriah dan dihadiri ribuan peserta serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Wesly menyampaikan rasa bangga karena Kota Pematangsiantar dipercaya menjadi tuan rumah FASI XIII Sumut. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia, cinta Al-Qur’an, mandiri, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
“FASI bukan hanya tentang meraih prestasi, tetapi menjadi sarana membentuk generasi penerus yang ber-akhlakul karimah, alim, faqih, mandiri, serta profesional dan religius,” ujar Wesly.
Ia juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta, pendamping, dan tamu dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang hadir di Kota Pematangsiantar.
“Kami berharap bapak dan ibu merasa nyaman, menikmati kehangatan masyarakat kami, serta merasakan suasana Kota Pematangsiantar yang penuh toleransi, kaya kuliner, memiliki banyak destinasi menarik, dan udara yang sejuk,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wesly turut mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus DPW BKPRMI Sumatera Utara yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dalam membina generasi muda Islam yang berakhlak mulia dan menjadi pelopor pembangunan umat serta bangsa.
Wesly juga memberikan apresiasi kepada DPW BKPRMI Sumut, DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan penyelenggaraan FASI XIII.
Dalam sambutannya, Wesly menegaskan bahwa Pematangsiantar saat ini semakin dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Kota Pematangsiantar meraih peringkat keempat Kota Toleran di Indonesia, naik dari posisi kelima pada tahun sebelumnya.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan seluruh masyarakat. Kami berharap FASI dapat menjadi gambaran nyata indahnya toleransi dan kerukunan yang hidup di tengah masyarakat Pematangsiantar yang multiagama, multietnis, dan multikultural,” tegasnya.
Wesly juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, toleransi, dan keharmonisan demi mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BKPRMI H Nanang Mubarok SHI M.Sos memberikan apresiasi kepada Kota Pematangsiantar yang berhasil masuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia. Menurutnya, nilai-nilai keberagaman dan toleransi tersebut tampak nyata dalam pelaksanaan FASI XIII Sumut.
“Semoga FASI ini melahirkan putra-putri terbaik yang akan menjadi generasi penerus bangsa dan umat,” ujarnya.
Ketua DPW BKPRMI Sumatera Utara H Syafrizal Harahap SHI juga mengungkapkan alasan dipilihnya Kota Pematangsiantar sebagai tuan rumah FASI XIII. Ia mengaku terkesan dengan kepedulian sosial Wesly Silalahi yang bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi membawa anak-anak yatim berbelanja pada bulan Ramadan lalu.
Menurutnya, kedekatan dan sinergi antara BKPRMI dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar terus terjalin hingga akhirnya FASI XIII Sumut sukses digelar dengan meriah di kota tersebut.
FASI XIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun ini mempertandingkan 19 cabang perlombaan yang diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain itu, panitia juga menghadirkan penyanyi religi nasional Haddad Alwi yang dijadwalkan tampil di Lapangan Adam Malik pada Rabu (24/06/2026) malam.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPW dan Keluarga Besar BKPRMI Sumatera Utara serta dihadiri sejumlah tokoh nasional, daerah, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Melalui penyelenggaraan FASI XIII, Kota Pematangsiantar tidak hanya menjadi pusat pembinaan generasi Qurani, tetapi juga kembali menegaskan jati dirinya sebagai kota yang religius, harmonis, dan menjunjung tinggi toleransi di tengah keberagaman masyarakatnya. (*)

