Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan merespons cepat beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang wanita diduga mengalami efek setelah menggunakan vape atau rokok elektrik yang disebut mengandung etomidat.
Kasatres Narkoba Polres Asahan, AKP Gunawan Efendi, mengatakan pihaknya langsung melakukan pemeriksaan terhadap wanita yang diketahui bernama Fina. Pemeriksaan dilakukan di Panti Rehabilitasi Amanah Buntu Pane, Kabupaten Asahan.Minggu (21/06/26) .
“Dalam pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui bahwa dirinya adalah perempuan yang terlihat dalam video viral tersebut. Ia menerangkan bahwa video itu direkam pada awal tahun 2026,” ujar Gunawan.
Untuk memastikan kondisi Fina, petugas melakukan dua tahap pemeriksaan urine. Tahap pertama menggunakan test kit enam parameter untuk mendeteksi narkotika, sedangkan tahap kedua menggunakan test kit khusus etomidat.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Fina negatif etomidat maupun narkotika jenis lainnya.
Dalam kesempatan itu, Fina menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak akibat beredarnya video tersebut.
“Saya mohon maaf kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak atas viralnya video tersebut. Saya menyesali kejadian ini dan berjanji tidak akan mengulangi hal tersebut,” ujarnya.
AKP Gunawan mengimbau masyarakat untuk menjauhi narkoba dan tidak mudah tergiur menggunakan vape maupun cairan yang tidak diketahui kandungannya. Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan Call Center 110.
Sebelumnya, video seorang wanita yang diduga mengalami efek setelah menggunakan “pod getar” atau vape yang disebut mengandung etomidat sempat viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas. Menindaklanjuti informasi tersebut, Satres Narkoba Polres Asahan melakukan pemeriksaan dan memastikan hasil tes urine yang bersangkutan negatif etomidat maupun narkotika lainnya.

