Di tengah tugas penegakan hukum yang melekat pada profesinya, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Sat Lantas Polres Simalungun, IPDA Yancen Hutabarat, SH, menunjukkan wajah humanis Polri dengan turun langsung menjadi Inspektur Upacara dalam program Police Goes to School di SD Plus Raya, Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, Senin (22/6/2026).
Kehadiran IPDA Yancen di hadapan para siswa bukan sekadar menjalankan agenda institusi. Lebih dari itu, ia membawa misi penting membangun kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini, sebuah langkah edukatif yang menjadi fondasi lahirnya generasi pengguna jalan yang disiplin dan bertanggung jawab.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, IPDA Yancen mengajak para siswa memahami bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya kewajiban orang dewasa, melainkan tanggung jawab setiap individu yang menggunakan jalan, baik sebagai pejalan kaki, pesepeda, maupun penumpang kendaraan.
Dalam amanatnya, ia menjelaskan berbagai prinsip dasar keselamatan berlalu lintas, mulai dari tata cara berjalan kaki yang aman, etika menyeberang jalan, pentingnya penggunaan helm saat bersepeda maupun berkendara, hingga kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.
IPDA Yancen juga menanamkan pemahaman bahwa disiplin di jalan raya merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan orang lain. Melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa, pesan keselamatan disampaikan secara edukatif dan menyentuh.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Ketika kita mematuhi aturan lalu lintas, kita sedang melindungi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pesan IPDA Yancen kepada para siswa.
Dedikasi yang ditunjukkan perwira muda tersebut mendapat apresiasi dari Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba. Menurutnya, kehadiran IPDA Yancen sebagai pendidik di lingkungan sekolah mencerminkan komitmen Polri dalam membangun kesadaran hukum dan keselamatan masyarakat dari akar yang paling mendasar.
“IPDA Yancen tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga mengambil peran penting sebagai edukator. Langkah ini menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat,” ujar AKP Verry Purba.
Program Police Goes to School yang dilaksanakan Polres Simalungun menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendekatkan Polri kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Melalui sentuhan edukasi yang konsisten, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjadikannya sebagai bagian dari karakter dan budaya hidup.
Sosok IPDA Yancen Hutabarat menunjukkan bahwa tugas seorang polisi tidak hanya hadir saat terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga hadir untuk mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai keselamatan demi masa depan yang lebih baik.

