Sebuah pemandangan yang menyentuh hati terlihat di Aula Polres Simalungun pada Selasa pagi, 30 Juni 2026. Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, S.H., S.I.K., M.M., dengan penuh kehangatan turun langsung menyapa, merangkul, dan berbincang akrab dengan para lansia serta kaum dhuafa yang hadir dalam kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dan bakti sosial penyaluran bantuan sembako, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Momen kebersamaan yang penuh kehangatan ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat sejati bagi mereka yang membutuhkan uluran kasih.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi pada hari Selasa, 30 Juni 2026, sekira pukul 21.47 WIB. Dengan nada penuh haru, ia menceritakan momen-momen mengharukan yang terjadi sepanjang kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB di Aula Polres Simalungun, Jalan Jhon Horailam Saragih, Pematang Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, dengan mengusung tema “80 Tahun Polri Untuk Masyarakat”.
“Yang paling menyentuh hati kami semua adalah ketika Bapak Kapolres turun langsung menyapa satu per satu para lansia dan kaum dhuafa yang hadir. Beliau tidak segan menggenggam tangan, menanyakan kabar, bahkan memeluk hangat sejumlah lansia yang tampak terharu mendapatkan perhatian langsung dari pimpinan tertinggi Polres Simalungun,” ujar AKP Verry Purba dengan suara bergetar penuh haru.
Momen tersebut terjadi setelah rangkaian acara formal yang diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kata sambutan dari Kapolres Simalungun, dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama yang dibawakan secara bergantian oleh tokoh-tokoh agama Islam, Protestan, Katolik, dan Buddha. Suasana yang sudah penuh kekhidmatan tersebut semakin menyentuh ketika memasuki sesi pemberian bantuan langsung kepada masyarakat.
“Begitu sesi pemberian bantuan dimulai, Bapak Kapolres tidak hanya menyerahkan paket sembako secara seremonial dari atas panggung, tetapi benar-benar turun dan berjalan mendekati setiap lansia dan anak yatim piatu yang hadir. Beliau menyapa mereka satu per satu dengan penuh kelembutan, bahkan sempat berlutut untuk menyamakan tinggi badan saat berbincang dengan anak-anak kecil yang hadir,” ucap AKP Verry Purba.
Pemandangan yang tidak kalah mengharukan terlihat ketika beberapa lansia yang menerima bantuan tampak meneteskan air mata haru saat tangan mereka digenggam erat oleh Kapolres Simalungun. Sapaan hangat dan perhatian tulus yang ditunjukkan oleh Kapolres menjadi bukti bahwa kepedulian sosial Polri tidak hanya berhenti pada simbol seremonial, melainkan benar-benar lahir dari ketulusan hati.
“Ada seorang nenek yang sampai menangis terharu saat menerima bantuan langsung dari tangan Bapak Kapolres. Beliau berkata bahwa belum pernah ada pejabat yang mau menyapa dan memperhatikan dirinya seperti itu. Momen-momen seperti inilah yang membuat kami semua yang hadir ikut terharu menyaksikannya,” ungkap AKP Verry Purba dengan mata berkaca-kaca.
Tidak hanya kepada para lansia, perhatian khusus Kapolres Simalungun juga tertuju kepada anak-anak yatim dan piatu yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kapolres tampak meluangkan waktu untuk berbincang ringan, menanyakan cita-cita, serta memberikan semangat kepada anak-anak yang telah kehilangan sosok orang tua mereka, sebagai bentuk perhatian yang tulus dari institusi Polri kepada generasi penerus bangsa.
“Bapak Kapolres sempat berbincang hangat dengan beberapa anak yatim piatu, menanyakan sekolah mereka, cita-cita mereka, dan memberikan semangat agar mereka tidak berkecil hati meskipun harus menjalani hidup tanpa pendampingan penuh dari orang tua. Sikap kebapakan yang ditunjukkan beliau sungguh menyentuh hati kami semua,” kata AKP Verry Purba.
Momen kehangatan ini turut disaksikan oleh seluruh jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat yang hadir, di antaranya Kepala Kejaksaan Negeri Simalungun H. Munawal Hadi, perwakilan Dandim 0207/Simalungun Kapten Nelson Sipayung, Ketua MUI Simalungun KI Drs. H. Darjat Purba, serta para tokoh lintas agama yang turut menyaksikan langsung kehangatan interaksi antara Kapolres dengan masyarakat penerima manfaat.
“Seluruh tamu undangan yang hadir turut menyaksikan momen kebersamaan ini dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Bapak Kapolres. Banyak yang mengatakan bahwa inilah wajah Polri yang sesungguhnya, dekat dengan masyarakat dan benar-benar hadir dengan hati,” ungkap AKP Verry Purba.
Lebih jauh, AKP Verry Purba menegaskan bahwa momen mengharukan ini sejatinya merupakan cerminan nyata dari semangat tema peringatan HUT Bhayangkara ke-80, yakni “80 Tahun Polri Untuk Masyarakat”, yang tidak hanya dimaknai sebagai slogan, tetapi benar-benar diwujudkan melalui sentuhan kasih kepada mereka yang paling membutuhkan perhatian.
“Tema 80 Tahun Polri Untuk Masyarakat benar-benar terwujud nyata hari ini, bukan hanya dalam bentuk seremoni formal, tetapi dalam sentuhan kasih sayang yang langsung dirasakan oleh para lansia dan anak yatim piatu. Inilah esensi sejati dari pengabdian Polri, hadir dengan hati untuk melayani sesama,” kata AKP Verry Purba.
Acara yang penuh kehangatan ini ditutup dengan sesi foto bersama yang juga diwarnai dengan kebersamaan hangat antara Kapolres Simalungun beserta jajaran dengan seluruh masyarakat penerima manfaat, menciptakan kenangan indah yang akan terus dikenang oleh setiap orang yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap momen kehangatan seperti ini dapat terus menginspirasi seluruh jajaran Polres Simalungun untuk selalu melayani masyarakat dengan hati, bukan sekadar menjalankan tugas formal semata. Karena pada akhirnya, yang paling dikenang oleh masyarakat bukanlah seragam yang kami kenakan, melainkan ketulusan hati dalam melayani mereka,” pungkas AKP Verry Purba dengan penuh keharuan dan kebanggaan.
Dengan momen yang sarat haru dan ketulusan ini, Polres Simalungun sekali lagi membuktikan bahwa di balik ketegasan seragam kepolisian, tersimpan hati yang lembut dan penuh kepedulian terhadap sesama, menjadikan peringatan HUT Bhayangkara ke-80 ini sebagai momentum yang benar-benar menyentuh dan bermakna bagi seluruh masyarakat Kabupaten Simalungun.

