Siantar Corner
No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Siantar Corner
  • SMSI
  • danautoba.co.id
  • Siantar
  • Simalungun
  • Dunia
  • Bisnis
  • Future
  • Gallery
  • Hiburan
  • Lifestyle
  • Seremoni
Home Berita
150 Rumah Terdampak Puting Beliung, Polisi Antisipasi Pencurian Material Rumah

150 Rumah Terdampak Puting Beliung, Polisi Antisipasi Pencurian Material Rumah

Editor: Dhev Fretes Bakkara
19 Agustus 2026 | 22:52 WIB
in Berita
ADVERTISEMENT

Jumlah rumah warga yang terdampak angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, bertambah dari data awal 120 rumah menjadi 150 rumah. Bencana yang terjadi pada Selasa (18/8/2026) malam tersebut menerjang Kelurahan Titi Kuning dan Kelurahan Suka Maju.

Selain merusak rumah warga, hujan deras disertai angin kencang itu juga menyebabkan satu bangunan sekolah dasar negeri terdampak. Berdasarkan pendataan Pemerintah Kecamatan Medan Johor, sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak akibat bencana tersebut.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, jumlah tersebut masih merupakan data sementara karena proses pendataan di lapangan masih berlangsung.

“Setelah kami pendataan bersama Forkopimcam, sampai dengan saat ini ada 150 rumah yang terdampak. Data ini masih dinamis dan bisa berkembang,” kata Calvijn saat berada di lokasi bencana, Rabu (19/8/2026).

Dari 150 rumah yang terdampak, dua di antaranya mengalami rusak berat. Kedua rumah tersebut merupakan bangunan semi permanen.

Kemudian, sebanyak 17 rumah mengalami rusak sedang dengan kondisi bagian atap ambruk. Sementara 131 rumah lainnya mengalami rusak ringan, seperti kaca pecah dan kerusakan pada bagian atap.

“Rusak ringan ini hanya bagian beberapa kaca yang pecah. Kemudian ada beberapa atap yang rusak,” jelas Calvijn.

Meski menimbulkan kerusakan cukup luas, bencana tersebut tidak menyebabkan korban jiwa. Namun, seorang warga lanjut usia berusia sekitar 70 hingga 71 tahun mengalami luka di bagian kepala setelah tertimpa kayu broti dari rumahnya.

“Sampai dengan saat ini tidak ada korban jiwa. Cuma ada satu warga laki-laki, umur sekitar 70 tahun, yang terdampak akibat kayu broti rumahnya yang terjatuh sehingga mengenai kepalanya. Puji Tuhan sampai dengan saat ini sudah dibawa berobat oleh Pak Camat, dan tadi saya melihat kondisi beliau sudah ada di rumahnya,” ujar Calvijn.

Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution mengatakan, warga tersebut sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati. Setelah menjalani perawatan, kondisi warga tersebut telah membaik dan kembali ke rumah.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes M Rendra Salipu mengatakan pihaknya mengerahkan empat kendaraan Brimob ke lokasi bencana.

Empat kendaraan tersebut terdiri dari dua mobil dapur lapangan, satu mobil water treatment untuk pengolahan air bersih, serta satu mobil pendukung.

Dua mobil dapur lapangan disiapkan untuk memasak sekitar 400 porsi makanan bagi warga terdampak. Sementara mobil water treatment digunakan untuk memfilter air agar dapat dikonsumsi masyarakat.

Personel Brimob juga akan membantu proses memasak bersama warga sekitar.

“Bisa sampai sekitar 400-an orang (porsi makanan). Kita berharap masyarakat bisa turut bersama-sama kami untuk memasak makanan mereka sendiri. Mulai sore ini kita akan siapkan makan untuk masyarakat,” kata Rendra.

Rendra menambahkan, kendaraan dan personel Brimob akan disiagakan di lokasi hingga kondisi masyarakat berangsur membaik. Bantuan tersebut direncanakan berlangsung selama dua hari ke depan.

“Mudah-mudahan cepat pulih ya. Kita usahakan secepatnya pulih, 2 hari ke depan kita akan bantu,” pungkasnya.

Di sisi lain, Polrestabes Medan juga mengerahkan personel untuk menjaga rumah-rumah warga yang terdampak. Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian terhadap barang-barang milik korban yang ditinggalkan saat mengungsi.

Calvijn mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Forkopimcam untuk mengimbau warga agar mengamankan barang-barang berharga apabila harus meninggalkan rumah.

“Kapolsek dan Forkopimcam ikut membantu untuk memastikan, mengingatkan warga-warga yang rumahnya terdampak untuk bisa memisahkan mana barang-barang yang merupakan barang-barang yang nilai ekonomisnya tinggi dan yang lain-lain, supaya bisa mengawasi barangnya masing-masing,” kata Calvijn.

Selain itu, personel Samapta akan ditempatkan di sekitar lokasi rumah warga yang mengalami kerusakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya pihak yang mengambil material bangunan maupun barang-barang milik korban yang masih tersisa.

“Samapta akan kita tempatkan supaya mengantisipasi ada oknum-oknum masyarakat yang berani mengambil bongkaran-bongkaran yang ada. Mudah-mudahan tidak ada dampak kejahatan lainnya yang disebabkan terjadinya bencana angin puting beliung ini,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Medan Johor Bachtiar Rivai Nasution mengatakan hingga Rabu (19/8/2026) tidak ada warga yang mengungsi di tenda pengungsian. Sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing, sedangkan sebagian lainnya mengungsi ke rumah keluarga.

“Banyak warga sekitar ini yang lebih memilih bertempat tinggal di rumahnya. Kami selalu imbau agar manakala ada warga yang disabilitas, lansia, perempuan, anak-anak agar dialihkan ke pengungsian. Namun, mereka lebih memilih ke rumah keluarganya,” kata Bachtiar.

Menurutnya, warga memilih tetap berada di sekitar rumah karena ingin menjaga dan mengamankan barang-barang milik mereka. Pemerintah juga telah menyediakan selimut bantuan dari BPBD serta berkoordinasi dengan PDAM Delitua untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Mereka ingin lebih menjaga, mengamankan barang-barangnya mungkin ya. Tapi kita sediakan juga selimut bantuan dari BPBD. Sampai saat ini kita sedang menunggu bantuan dari PDAM. Kita sudah berkoordinasi dengan PDAM Delitua untuk bantuan air bersih,” sambungnya.

Bachtiar menambahkan, sejumlah warga telah berinisiatif memperbaiki rumah mereka secara mandiri dengan memanfaatkan seng yang terlepas akibat diterjang angin.

Pemerintah Kecamatan Medan Johor selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Medan dan pihak terkait untuk membahas bantuan material, termasuk seng, bagi warga yang terdampak.

“Kita lihat warga sekitar sudah memiliki inisiatif sendiri ya untuk membenahi, untuk memperbaiki rumahnya masing-masing dengan memanfaatkan seng-seng yang terlepas. Perihal bantuan seng ini akan coba kita koordinasi ulang lagi ya sama pihak terkait. Kita juga belum bisa mendapat info selanjutnya seperti apa,” pungkas Bachtiar.

| BERITA TERBARU

Berita

150 Rumah Terdampak Puting Beliung, Polisi Antisipasi Pencurian Material Rumah

19 Agustus 2026 | 22:52 WIB
Berita

Kolaborasi Al Wasliyah dan Polrestabes Medan dalam Penguatan Keamanan Kota Medan

19 Agustus 2026 | 15:25 WIB
Berita

Kafe Disulap Jadi Titik Transaksi Narkoba 3 Remaja Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan

19 Agustus 2026 | 09:56 WIB
Siantar

Dikira Hilang, Motor Honda Beat Ternyata Diamankan di Pos Pasar Horas, Polsek Siantar Barat Respon Cepat

18 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Siantar

Dugaan Pencurian Ikan Nila di Pajak Dwikora Berujung Damai, Polsek Siantar Utara Pilih Jalur Mediasi

18 Agustus 2026 | 18:47 WIB
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Terms
  • Policy

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara fons infamis sport

No Result
View All Result
  • Berita
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
  • Hiburan
  • Kesehatan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2017-2026 Siantarcorner.com

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara fons infamis sport