Sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai menjadi perhatian di wilayah hukum Polres Simalungun, Polda Sumatera Utara. Menghadapi kondisi tersebut, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, namun tidak mengabaikan langkah-langkah untuk melindungi diri.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, Polri tidak hanya memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir memberikan edukasi kepada masyarakat ketika terdapat potensi risiko yang dapat mengganggu keselamatan maupun kesehatan warga.
“Kepolisian tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga hadir untuk memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat terkait potensi bahaya lingkungan, seperti sebaran abu vulkanik ini,” ujar AKP Verry Purba saat dikonfirmasi, Senin malam (7/9/2026).
Menurutnya, masyarakat tidak perlu panik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah maupun kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat paparan abu vulkanik.
Empat Langkah Sederhana Lindungi Diri
Polres Simalungun mengingatkan masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah sederhana guna mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Pertama, menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi masuknya partikel abu ke saluran pernapasan.
Kedua, menutup rapat pintu, jendela dan ventilasi rumah agar abu vulkanik tidak mudah masuk ke dalam hunian.
Ketiga, melindungi sumber air bersih dengan memastikan tempat penampungan air dalam kondisi tertutup sehingga tidak terkontaminasi abu.
Keempat, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak hingga kondisi dinyatakan lebih aman.
Polisi Pantau Situasi dan Perkuat Koordinasi
Polres Simalungun juga memastikan pemantauan situasi terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi dampak yang mungkin muncul serta memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang diperlukan.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait dan masyarakat dinilai penting dalam menghadapi kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Polres Simalungun mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpancing kepanikan maupun informasi yang belum jelas sumbernya. Warga diminta tetap mengikuti informasi resmi dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga.
“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan. Ini adalah pesan utama kami untuk seluruh masyarakat Simalungun,” pungkas AKP Verry Purba.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menghadapi kondisi alam tidak cukup dengan rasa khawatir. Yang lebih penting adalah tetap tenang, memahami risiko, dan mengambil langkah perlindungan yang tepat.
(Tim Humas Polres Simalungun)

