Masyarakat Kota Pematangsiantar kini semakin dimudahkan dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Melalui inovasi digital PESONA BABANG QRIS TAMPAN, pembayaran pajak dapat dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS Dinamis dengan lebih praktis, cepat, dan aman.
Inovasi tersebut secara resmi di-launching Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Rabu (4/11/2026).
Peluncuran ini menjadi langkah nyata Pemko Pematangsiantar dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam urusan pembayaran pajak daerah.
PESONA merupakan singkatan dari Pelayanan Efektif Secara Online dan Aman. BABANG QRIS berarti Bayar Pajak Bumi dan Bangunan dengan QRIS Dinamis. Sementara TAMPAN mengandung nilai Transparan, Akuntabel, Mandiri, Pasti, dan Andal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia (BI), Bank Sumut, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan berkolaborasi dalam mendorong kemajuan Kota Pematangsiantar.
Menurut Wesly, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat.
“Kita berharap inovasi ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam membayar pajak. Dengan sistem digital, pelayanan menjadi lebih praktis, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Wesly juga berharap penerapan QRIS pada Toko Pengendali Inflasi (TOPPIS) dapat semakin memperluas penggunaan transaksi digital, membantu aktivitas perdagangan, sekaligus menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Tidak hanya soal pembayaran pajak, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemko Pematangsiantar dengan PD Pasar Horas Jaya sebagai off-taker untuk memperkuat rantai pasok dan distribusi pangan.
Wesly berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan melalui langkah nyata yang memberikan manfaat bagi petani, pedagang, dan masyarakat.
“Saya ingin Kota Pematangsiantar terus berkembang menjadi kota yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. Pelayanan publik semakin baik, ekonomi tetap stabil, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Pematangsiantar Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP menjelaskan, PBB Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, selama ini pengelolaan pembayaran pajak masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari terbatasnya kanal pembayaran nontunai hingga lambatnya rekonsiliasi data yang berdampak pada tunggakan pajak.
Melalui inovasi yang dikembangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), masyarakat kini mendapatkan alternatif pembayaran yang lebih mudah melalui QRIS Dinamis tanpa biaya administrasi tambahan.
“Seluruh sistem ini ditargetkan selesai terintegrasi dalam waktu satu hingga dua bulan sebelum dioptimalkan secara mandiri dalam dua tahun ke depan,” terangnya.
Dukungan terhadap program digitalisasi tersebut juga terlihat dari kehadiran jajaran Bank Sumut, yakni Divisi Funding dan Wealth Management PT Bank Sumut Muhammad Sadli dan Koordinator Bank Sumut Cabang Pematangsiantar Subhan Pardosi.
Kolaborasi pemerintah daerah dengan sektor perbankan ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem pembayaran digital, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak kemudahan dalam bertransaksi dan pemerintah daerah dapat mengoptimalkan penerimaan pajak.
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pematangsiantar Andi Syahputra Sitepu SH menyampaikan, TPID, TP2DD, dan TPAKD harus saling mendukung karena memiliki peran yang berkaitan erat dalam pembangunan daerah.
Kejari Pematangsiantar, katanya, siap memberikan dukungan melalui penegakan hukum, bantuan hukum, dan tindakan hukum sesuai peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM menegaskan kesiapan Polres mendukung program ketiga tim tersebut, terutama dalam pengawasan distribusi pangan dan logistik, pencegahan penimbunan, serta pengamanan menjelang hari besar keagamaan.
Kegiatan juga diisi pemaparan Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman mengenai perkembangan ekonomi daerah, pengendalian inflasi, dan perkembangan digitalisasi pembayaran.
Suasana peluncuran ditandai dengan penekanan tombol pada layar oleh Wali Kota Wesly bersama para tamu undangan. Selanjutnya, Wesly menyerahkan QRIS kepada pengusaha pemilik TOPPIS untuk mendukung penerapan transaksi digital.
Dengan hadirnya PESONA BABANG QRIS TAMPAN, masyarakat diharapkan semakin mudah memenuhi kewajiban membayar pajak tanpa harus bergantung pada pembayaran tunai. Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan pendapatan daerah secara lebih transparan.
Digitalisasi pun diharapkan bukan hanya menjadi sebuah program, melainkan menjadi kebiasaan baru yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Turut hadir mewakili Kodim 0207/Simalungun, Kepala Kantor Perbendaharaan Keuangan Negara Pematangsiantar Judika Sirait, Pimpinan Cabang Bulog Pematangsiantar Berdian Wiradika Damanik, Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang, jajaran asisten, pimpinan DPD, camat, lurah, Direktur PD Pasar Horas Jaya Bolmen Silalahi SP, serta undangan lainnya. (*)

