Di tengah kepungan bencana erupsi gunung yang memaksa masyarakat Kabupaten Karo menghadapi situasi sulit, kehadiran personel Polri membawa pesan sederhana namun bermakna: para korban tidak sendirian.
Bukan hanya menjalankan tugas pengamanan dan penanganan di lokasi terdampak, personel kepolisian juga hadir menyapa, berinteraksi dan memberikan perhatian kepada anak-anak yang menjadi korban bencana.
Momen kebersamaan antara personel Polri dengan anak-anak terdampak erupsi tersebut menjadi gambaran sisi humanis kepolisian di tengah situasi darurat. Senyum dan antusiasme anak-anak saat berinteraksi dengan polisi seolah menjadi warna tersendiri di tengah suasana pengungsian yang penuh keterbatasan.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi awak media, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 15.40 WIB, mengatakan bahwa kehadiran personel Polri merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang saat ini sedang menghadapi kondisi sulit akibat bencana erupsi gunung di Kabupaten Karo,” ujar AKP Verry Purba.
Menurutnya, momen tersebut menunjukkan bahwa tugas Polri di tengah bencana tidak berhenti pada aspek keamanan. Pendekatan kemanusiaan menjadi bagian penting, terutama ketika berhadapan dengan kelompok rentan seperti anak-anak.
“Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban bencana,” katanya.
Senyum yang terpancar dari wajah anak-anak terdampak menjadi bukti bahwa perhatian sederhana dapat memberikan arti besar. Di tengah situasi yang mungkin meninggalkan rasa takut dan trauma, sapaan, kebersamaan dan perhatian dari personel kepolisian menjadi bagian dari upaya mengembalikan rasa aman serta keceriaan mereka.
AKP Verry menilai, anak-anak merupakan salah satu kelompok yang paling rentan mengalami dampak psikologis ketika bencana terjadi. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar mereka tidak larut dalam ketakutan maupun trauma.
“Senyum dan antusiasme anak-anak tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perhatian sekecil apa pun yang kita berikan dapat memberikan semangat bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit akibat bencana,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kehadiran personel Polri dalam situasi bencana merupakan bagian dari tugas kemanusiaan. Selain memastikan keamanan dan membantu penanganan di lapangan, polisi juga dituntut mampu membangun kedekatan dengan masyarakat agar korban bencana memperoleh dukungan moral maupun psikososial.
“Kehadiran personel Polri di tengah anak-anak korban bencana merupakan bentuk nyata dari tugas kemanusiaan yang senantiasa dijalankan Polri, sebagai upaya memberikan dukungan psikososial, khususnya kepada anak-anak yang rentan mengalami trauma akibat bencana yang mereka alami,” jelas AKP Verry.
Pendekatan humanis tersebut, lanjutnya, juga menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri yang bertugas di wilayah rawan bencana agar tidak hanya melihat masyarakat dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi kemanusiaan.
“Momen ini menjadi pengingat bagi seluruh personel Polri agar senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, khususnya dalam penanganan bencana alam yang melibatkan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan lainnya,” tegasnya.
Bagi masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, kehadiran polisi yang datang dengan pendekatan bersahabat dapat menjadi ruang untuk sejenak melupakan situasi sulit yang mereka alami.
Karena pada akhirnya, penanganan bencana bukan hanya tentang evakuasi, pengamanan wilayah dan memastikan keselamatan warga. Ada sisi lain yang tak kalah penting, yakni memastikan harapan tetap hidup dan keceriaan anak-anak tidak ikut hilang bersama datangnya bencana.
AKP Verry berharap, masyarakat semakin memahami bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana mencakup dimensi kemanusiaan yang luas.
“Kami berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana tidak hanya sebatas aspek teknis, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan yang lebih mendalam, khususnya dalam memberikan dukungan moral bagi anak-anak korban bencana,” pungkasnya.
Melalui momen tersebut, Polres Simalungun turut menguatkan pesan bahwa sekecil apa pun bentuk kepedulian dapat menjadi sangat berarti bagi korban bencana.
Terlebih bagi anak-anak, sebuah sapaan, senyuman dan kehadiran orang-orang yang peduli dapat menjadi langkah kecil untuk kembali menemukan rasa aman di tengah situasi yang serba tidak pasti.

