Menjelang perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE, Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menunjukkan kesiapsiagaan penuh dengan melaksanakan sterilisasi menyeluruh di sejumlah vihara utama di Kota Medan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan umat Buddha dapat menjalankan ibadah dengan aman, tenang, dan penuh kekhidmatan.
Tim sterilisasi yang terdiri dari personel Unit Penjinak Bom (Jibom) KBRN diterjunkan ke sejumlah lokasi prioritas, yakni Vihara Borobudur, Vihara Gunung Timur, Vihara Setia Budi, dan Vihara Maitreya. Seluruh area ibadah menjadi fokus pemeriksaan guna mengantisipasi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu jalannya perayaan keagamaan.
Dipimpin langsung oleh Panit 3 Jibom Den Gegana, IPDA Rahmat Hidayat, tim yang beranggotakan delapan personel tersebut melakukan penyisiran secara detail dengan mengandalkan prosedur standar berteknologi tinggi. Berbagai peralatan khusus pendeteksi bahan peledak serta zat kimia berbahaya digunakan untuk memastikan setiap sudut lokasi berada dalam kondisi aman.
Pemeriksaan dilakukan tidak hanya di ruang utama ibadah, tetapi juga meliputi area sekitar vihara, akses masuk, serta titik-titik yang berpotensi menjadi celah gangguan keamanan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
Dari hasil sterilisasi yang dilakukan, tim memastikan seluruh lokasi dalam keadaan aman dan steril. Tidak ditemukan benda mencurigakan yang mengarah pada bahan peledak, bom, maupun zat kimia berbahaya lainnya. Hasil tersebut menjadi bukti nyata profesionalisme dan kesiapsiagaan Detasemen Gegana dalam menjalankan tugas pengamanan pada agenda keagamaan berskala besar.
Kehadiran personel Gegana di tengah persiapan perayaan Waisak juga menjadi simbol komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada seluruh umat beragama. Melalui pengamanan yang presisi dan terukur, aparat memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah tanpa rasa khawatir.
Dengan pengamanan maksimal yang dilakukan sebelum pelaksanaan ibadah, perayaan Hari Raya Waisak di Kota Medan diharapkan berlangsung aman, damai, dan penuh makna. Upaya tersebut sekaligus memperkuat semangat toleransi, menjaga harmoni antarumat beragama, serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

