Setelah berjam-jam mengawal aksi unjuk rasa Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) Sumatera Utara di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 5, Medan, Kamis (17/9/2026), personel Polrestabes Medan menutup rangkaian pengamanan dengan cara yang sederhana namun penuh makna.
Ketika massa mulai membubarkan diri dan situasi kembali kondusif, sejumlah personel yang sebelumnya berjaga di tengah kerumunan menyempatkan diri menghampiri pedagang di sekitar lokasi.
Bukan lagi dalam suasana pengamanan, para personel tersebut berbaur dengan warga. Mereka membeli dagangan, berbincang dan menyapa para pedagang dengan suasana penuh keakraban.
Pemandangan itu menjadi sisi berbeda dari rangkaian pengamanan aksi. Di tengah tugas menjaga keamanan dan memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib, interaksi sederhana tersebut memperlihatkan kedekatan personel kepolisian dengan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di sekitar Kantor DPRD Sumut.
Sebelumnya, sekitar 200 massa KBPBI melakukan longmarch dari Bundaran SIB dan Tugu Guru Patimpus menuju Kantor DPRD Sumut. Massa dipimpin Ketua GSBI Sumatera Utara Ahmadsyah.
Dalam aksi tersebut, buruh menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan perlindungan dan kesejahteraan pekerja.
Di antaranya, mereka mendesak DPR RI mengesahkan UU Perlindungan Ketenagakerjaan, memperjelas pengaturan sistem magang dan kerja kontrak, memperbaiki formula upah minimum, melindungi hak pesangon, memperkuat perlindungan pekerja outsourcing serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja.
Massa juga menyuarakan tuntutan terkait pengesahan UU Jaminan Perlindungan bagi Pekerja Platform serta meminta adanya penurunan harga kebutuhan pokok.
Selama aksi berlangsung, penyampaian aspirasi berjalan tertib. Tim negosiator Polwan Polrestabes Medan mengedepankan komunikasi persuasif dan dialogis dalam mendampingi massa.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., turut hadir mendampingi proses penerimaan massa oleh Wakil Ketua DPRD Sumut H. Ihwan Ritonga, S.E., M.M., bersama Anggota Komisi C Ahmad Hadian, S.Pd.I., MAP.
Pihak DPRD Sumut menerima surat tuntutan dari massa dan menyampaikan bahwa aspirasi tersebut akan diteruskan melalui DPRD Sumut kepada pemerintah pusat serta pihak terkait.
Kapolrestabes Medan juga mengapresiasi massa yang menyampaikan aspirasi secara tertib sejak titik kumpul hingga kegiatan berakhir.
“Mulai dari beberapa titik dan titik kumpul, semuanya berjalan dengan tertib,” ujar Jean Calvijn.
Ia juga menginstruksikan jajaran Satuan Lalu Lintas untuk memberikan pengawalan kepada massa hingga titik akhir sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
Sekitar pukul 12.35 WIB, seluruh rangkaian aksi dinyatakan selesai. Massa kemudian membubarkan diri dan kondisi di sekitar Kantor DPRD Sumut kembali kondusif.
Di penghujung kegiatan, suasana yang semula dipenuhi aktivitas pengamanan berubah menjadi lebih hangat.
Personel yang sebelumnya berdiri di tengah kerumunan kini berbaur bersama masyarakat dan pedagang. Tidak ada lagi sekat antara seragam dan warga. Hanya ada sapaan, senyum dan interaksi sederhana melalui dagangan yang dibeli.
Bagi para pedagang, perhatian tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, di tengah aktivitas mencari nafkah, sapaan dan kepedulian dari aparat dapat menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan tersendiri.
Momen itu menjadi gambaran lain dari tugas kepolisian. Setelah memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan tertib, personel kembali hadir di tengah masyarakat melalui pendekatan yang sederhana dan humanis.
Sebab, menjaga keamanan tidak hanya dilakukan dengan mengawal kerumunan, tetapi juga melalui upaya membangun hubungan yang baik dan dekat dengan masyarakat.

