Gaung pembinaan olahraga yang terus digelorakan KONI Pematangsiantar kembali menunjukkan hasil nyata. Dalam laga perebutan juara ketiga turnamen futsal Semarak Marolahraga memperingati Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar tahun 2026, tim MBSM tampil penuh percaya diri dan menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 4-2 atas Paket 15.
Bertanding di GOR Merdeka Siantar, Suzya Mall, atmosfer laga langsung memanas sejak menit awal. Kedua tim tampil agresif dengan tempo tinggi, namun MBSM menunjukkan kematangan permainan yang lebih terstruktur. Paket 15 sempat memberi tekanan lewat serangan cepat, tetapi MBSM merespons dengan organisasi permainan yang rapi dan disiplin.
Gol pembuka MBSM lahir dari skema serangan balik cepat—cerminan nyata dari pembinaan taktik yang terarah. Meski Paket 15 sempat menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, MBSM kembali menunjukkan mental bertanding yang kuat dengan menutup babak pertama dalam keunggulan 2-1.
Ketua KONI Pematangsiantar, Riau Siahaan, menegaskan bahwa kualitas pertandingan ini menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan yang selama ini dijalankan.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi indikator bahwa potensi atlet futsal di Pematangsiantar sangat besar. Yang kita butuhkan adalah konsistensi dalam pembinaan—baik dari sisi kompetisi maupun peningkatan kualitas pelatih,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kontinuitas event sebagai bagian dari strategi pembinaan jangka panjang.
“KONI akan terus mendorong agar turnamen seperti ini digelar secara rutin. Kita ingin membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Memasuki babak kedua, dominasi MBSM semakin tak terbendung. Dengan strategi yang matang dan eksekusi yang efektif, mereka berhasil menambah dua gol tambahan. Paket 15 hanya mampu memperkecil ketertinggalan dengan satu gol balasan, sebelum laga ditutup dengan skor 4-2.
Ketua Panitia, Eka Masri Sinaga, turut mengapresiasi kualitas pertandingan yang dinilai mencerminkan hasil pembinaan yang berjalan baik.
“Pertandingan ini sangat kompetitif dan penuh sportivitas. Ini bukti bahwa pembinaan yang dilakukan telah menghasilkan kualitas permainan yang semakin baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan MBSM meraih posisi ketiga tidak terlepas dari konsistensi dan disiplin sepanjang turnamen.
“MBSM tampil stabil, fokus, dan mampu memaksimalkan peluang hingga akhir,” katanya.
Sorak sorai pendukung MBSM pun menggema saat peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan yang tidak hanya soal posisi, tetapi juga hasil dari proses pembinaan yang terukur. Di sisi lain, Paket 15 tetap menunjukkan sikap sportif meski harus puas di peringkat keempat.
Hasil ini semakin menegaskan bahwa peran KONI Pematangsiantar dalam membangun fondasi olahraga daerah mulai menunjukkan dampak nyata. MBSM bukan sekadar pemenang laga perebutan tempat ketiga—mereka adalah representasi dari sistem pembinaan yang berjalan dan masa depan futsal Kota Pematangsiantar yang kian menjanjikan.

