Misteri hilangnya Hermin Lasih Silalahi (78), warga Huta I Ladang Kongsi, Nagori Pamatang Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, akhirnya terungkap. Setelah lebih dari sepekan dilakukan pencarian, jasad korban ditemukan di dalam Parit Gajah Blok 2022 I, Perkebunan PTPN IV Afdeling V Marihat, Sabtu (4/7/2026). Keberhasilan mengungkap keberadaan korban merupakan hasil sinergi Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Gunung Malela yang mendapat apresiasi dari pihak keluarga.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, begitu menerima laporan penemuan mayat, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun bersama personel Polsek Gunung Malela langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan area penemuan.
“Tim Inafis bersama personel Polsek Gunung Malela bergerak cepat melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta memastikan proses identifikasi berjalan sesuai prosedur,” ujar AKP Verry Purba, Sabtu (4/7/2026).
Penemuan jasad bermula ketika Wahyu Apriansyah, Kaur Pemerintahan Nagori Pamatang Silampuyang, mencium aroma tidak sedap saat mengumpulkan tandan kosong kelapa sawit di kawasan perkebunan. Karena mengingat adanya warga yang telah dilaporkan hilang sejak 27 Juni 2026, ia kemudian menelusuri sumber bau tersebut hingga menemukan sesosok mayat yang telah membusuk di dalam parit.
Temuan itu segera dilaporkan kepada Gamot I Nagori Pamatang Silampuyang, Ahmad Bilal, yang kemudian menghubungi pihak keluarga. Cucu korban, Saljun Berutu, datang ke lokasi dan mengenali pakaian serta tas yang dikenakan jasad tersebut sebagai milik neneknya, Hermin Lasih Silalahi.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky Siahaan, S.H., bersama anggotanya langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun. Petugas kemudian mengamankan lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta melaksanakan olah TKP yang turut disaksikan perangkat nagori dan Babinsa.
Usai proses identifikasi, jenazah korban dibawa ke RSUD Djasamen Saragih untuk dilakukan pemeriksaan medis. Namun pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan resmi.
Berdasarkan hasil visum luar, petugas medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Situasi di lokasi penemuan maupun di tengah masyarakat juga tetap aman dan kondusif.
AKP Verry Purba menyampaikan bahwa keluarga almarhumah memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun serta Polsek Gunung Malela atas dedikasi dan respons cepat selama proses pencarian hingga penanganan penemuan jenazah.
“Ucapan terima kasih dari keluarga menjadi penghargaan bagi kami. Sinergi antara kepolisian, pemerintah nagori, Babinsa, dan masyarakat menjadi kunci dalam mengungkap kasus ini. Kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, terutama saat masyarakat menghadapi musibah,” ujar AKP Verry Purba.
Polres Simalungun juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar almarhumah Hermin Lasih Silalahi. Kepolisian berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anggota keluarga, khususnya para lanjut usia, sehingga kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.

