Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kota Pematangsiantar. Dalam ajang Peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2024 yang digelar oleh SETARA Institute di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kota Pematangsiantar berhasil naik peringkat secara signifikan dari posisi 11 ke peringkat 5 kota paling toleran di Indonesia, dengan skor 6,115.
Penghargaan bergengsi itu diterima langsung oleh Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn, yang hadir bersama jajaran Pemko dan tokoh lintas agama. Penghargaan diserahkan oleh Wakil Dewan Pembina SETARA Institute sebagai pengakuan atas keberhasilan kota ini membangun ekosistem sosial yang damai, inklusif, dan saling menghargai keberagaman.
“Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Pematangsiantar,” tegas Wesly dalam sambutannya. “Ini adalah buah dari kerja sama seluruh elemen dalam menjaga harmoni, merawat perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.”
Toleransi: Dari Peringkat 51 Kini Jadi 5 Besar
Capaian ini menunjukkan lompatan luar biasa. SETARA Institute menyebutkan bahwa Pematangsiantar sebelumnya sempat berada di peringkat 51, lalu naik ke 31, dan tahun lalu menempati posisi 11. Kini, konsistensi dan kepemimpinan politik yang proaktif membuahkan hasil dengan masuk lima besar nasional.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, mengungkapkan bahwa IKT berhasil memotivasi banyak kepala daerah untuk berbenah dan menunjukkan kinerja nyata dalam merawat keberagaman.
“Dulu ada kota yang dicaci karena intoleransi, kini berubah. Itu karena IKT mampu memicu perubahan nyata. Kota Pematangsiantar adalah contoh nyata bagaimana kepemimpinan politik, birokrasi, dan masyarakat bisa bersatu memajukan toleransi,” ujar Ismail.
Toleransi sebagai Ekosistem Sosial
SETARA Institute menilai kota berdasarkan sejumlah variabel, termasuk kebijakan pemerintah, tindakan aparatur, hubungan antarwarga, serta kondisi sosial dalam keberagaman. Pematangsiantar dinilai berhasil membangun ekosistem toleransi yang kokoh di tengah kemajemukan agama, suku, dan budaya warganya.
“Kota kita adalah rumah bersama bagi semua. Perlu semangat kolektif untuk menjaga peringkat ini agar tidak turun. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Wesly.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kesbangpol Kota Pematangsiantar yang turut hadir dalam acara tersebut.
10 Kota Paling Toleran di Indonesia (IKT 2024):
-
Salatiga (skor 6,544)
-
Singkawang (6,420)
-
Semarang (6,356)
-
Magelang (6,248)
-
Pematangsiantar (6,115)
-
Sukabumi (5,968)
-
Bekasi (5,939)
-
Kediri (5,925)
-
Manado (5,912)
-
Kupang (5,853)
Misi Lanjutkan Toleransi Menuju Kota Cerdas dan Selaras
Wesly menegaskan bahwa tantangan selanjutnya adalah menjaga dan meningkatkan capaian ini, selaras dengan visi Pematangsiantar sebagai kota Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan FKUB Pdt Dr Ardenias Tarigan, Kepala Kesbangpol Ir Ali Akbar, Sekretaris Kesbangpol Ari Kalpika SP MM, dan Kabag Umum Setdako Lahiri Amri Ghoniyu Hasibuan SSTP MAP.
Pematangsiantar kini bukan hanya kota yang indah dan bersejarah, tetapi juga ikon kota toleran yang menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (*)

