Perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Kabupaten Simalungun berlangsung dengan aman dan kondusif pada Rabu (29/1/2025). Perayaan kali ini didukung oleh pengamanan yang ketat dari pihak kepolisian, yang memastikan kelancaran dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.
Tahun ini, hanya dua vihara yang melaksanakan kegiatan sembahyang, yakni Vihara Mahayana dan Vihara Avalokitesvara. Dari lima vihara yang ada di wilayah Polres Simalungun, tiga vihara lainnya tidak mengadakan kegiatan ibadah dengan berbagai alasan yang disampaikan oleh pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menjelaskan bahwa pengamanan perayaan Imlek kali ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Telegram Kapolda Sumut Nomor STR/31/PAM.3.3/2025, yang bertujuan untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan kamseltibcar lantas yang nyaman selama libur panjang, termasuk perayaan Tahun Baru Imlek.
Pada pagi hari, Vihara Mahayana yang terletak di Jalan Listrik, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, mengadakan sembahyang mulai pukul 09.00 WIB, dipimpin oleh Yong Han. Di waktu yang sama, Vihara Avalokitesvara yang berlokasi di Jalan Sandang Pangan, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Perdagangan, juga melaksanakan ibadah dengan dipimpin oleh Kusnadi Husin.
Tiga vihara lainnya, yaitu Vihara Maitreya Kirti yang berada di Jalan Veteran, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Vihara/Klenteng Bandar Tinggi di Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Marsilam, dan Vihara Dharma Batama Graha di Jalan Bangun Dolok, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, tidak menggelar kegiatan sembahyang.
Dari ketiga vihara tersebut, alasan ketidakhadiran kegiatan berbeda-beda. Vihara Dharma Batama Graha tidak mengadakan sembahyang karena kondisi kesehatan pengurus vihara, Suhu Sovhen, yang kurang sehat dan harus menggunakan kursi roda. Sedangkan dua vihara lainnya, tidak memberikan keterangan lebih lanjut terkait alasan tidak mengadakan kegiatan sembahyang.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ibadah Imlek tahun ini diselenggarakan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Umat hanya melakukan ritual sembahyang dengan membakar dupa secara bergantian dan langsung meninggalkan vihara setelah selesai melaksanakan ibadah. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan dan menjaga jarak antar umat.
Polres Simalungun menugaskan sejumlah personel untuk memastikan keamanan selama perayaan Imlek di wilayah hukumnya. Pengamanan ini tidak hanya terfokus pada lokasi vihara, tetapi juga di sekitar area tempat ibadah untuk mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan dan gangguan keamanan lainnya. Hal ini sebagai bagian dari upaya untuk menjaga kenyamanan umat yang menjalankan ibadah serta masyarakat sekitar.
“Kami telah mengerahkan personel sesuai dengan Surat Perintah Kapolres Simalungun Nomor Sprin/79/I/PAM.3.3/2025, yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Imlek di seluruh wilayah hukum Polres Simalungun,” kata AKP Verry.
Dalam perayaan kali ini, kerjasama yang baik antara pihak kepolisian, pengurus vihara, dan masyarakat sangat diapresiasi. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan perayaan Tahun Baru Imlek 2576 dapat berlangsung dengan aman, damai, dan kondusif. Pihak kepolisian juga berharap agar kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Simalungun terus terjaga dengan baik, sehingga tercipta suasana yang harmonis dalam kehidupan sehari-hari.

