Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM menghadiri acara Serah Terima Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Tahun 2025 untuk Renovasi Masjid Taqwa Pematangsiantar, di Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (30/01/2026).
Pada kegiatan tersebut, Zainal hadir bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Wakil Badan Pengurus Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian LazisMu Pusat Muarawati Nur Malinda, serta Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf. Rombongan disambut Tarian Simalungun dan penyematan Hiou sebagai penghormatan adat.
Turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Drs Risbon Sinaga MM, Kabid PTK Prima Novriandi, Ketua PD Muhammadiyah Pematangsiantar Ir H Sailan Nasution MM, serta perwakilan PW Muhammadiyah Sumatera Utara Muhammad Qorib.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Zainal, Wali Kota Wesly menyampaikan apresiasi kepada PD Muhammadiyah Pematangsiantar dan seluruh pihak yang berkolaborasi sehingga renovasi Masjid Taqwa dapat diselesaikan dan diserahkan secara resmi. Masjid, katanya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, pendidikan, dan pemberdayaan sosial. Dengan renovasi yang selesai, pemerintah berharap Masjid Taqwa semakin nyaman, representatif, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menegaskan Pemko Pematangsiantar mendukung peran organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, rukun, dan berkeadaban. Sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. Wali kota juga mengajak jamaah memakmurkan masjid melalui kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu motor pembaruan umat dalam mencerdaskan bangsa. Renovasi Masjid Taqwa yang direalisasikan melalui kerja sama dengan BPKH menunjukkan kemandirian Muhammadiyah dalam bersyarikat serta menguatkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan interaksi sosial.
Ia juga menegaskan pentingnya keragaman yang dirawat di Indonesia. Masjid Taqwa diharapkannya menjadi pusat dakwah keagamaan, sosial, pendidikan, dan terbuka bagi masyarakat luas.
Anggota Badan Pelaksana BPKH Amri Yusuf menjelaskan bahwa Dana Abadi Haji yang dikelola tidak boleh berkurang dan dimanfaatkan untuk pembangunan rumah ibadah serta program kemaslahatan umat.
Ketua PD Muhammadiyah Pematangsiantar Ir Sailan Nasution menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wamen dan Wali Kota. Ia menyebut kunjungan tersebut menjadi kebanggaan bagi warga Muhammadiyah dan diwujudkan dengan pemberian ulos sebagai penghormatan adat. Sailan juga mengapresiasi peran LazisMu Pusat, mengingat pembangunan Masjid Taqwa telah dimulai sejak 2005 dan berproses panjang hingga 2015.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis Program Kemaslahatan BPKH Tahun 2025 Renovasi Masjid Taqwa Pematangsiantar. Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah kemudian meninjau kegiatan belajar-mengajar dan berinteraksi dengan guru serta siswa SD Swasta Muhammadiyah 01 Pematangsiantar (Muhsapas).

