Pagi itu, langit Balige tampak cerah. Di halaman depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, sebuah pemandangan yang menghangatkan hati tersaji. Sejumlah warga tampak berkumpul, menanti dengan harapan. Di antara mereka, ada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang datang dengan senyum penuh harap.
Pada Jumat, 7 Februari 2025, Rutan Balige kembali menggelar kegiatan Bakti Sosial. Dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, David Nicolas, bersama Ka.KPR Edison Tambunan serta pejabat struktural dan petugas Rutan lainnya, bantuan berupa paket sembako disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Beras, gula, dan minyak goreng menjadi simbol kepedulian yang diharapkan bisa meringankan beban mereka, meski hanya untuk sementara.
Suasana haru dan kehangatan terasa saat para penerima bantuan menerima bingkisan mereka. Seorang ibu, yang suaminya tengah menjalani hukuman di Rutan Balige, tak kuasa menahan air mata. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada semua yang peduli,” ujarnya dengan suara bergetar.
Di balik jeruji, kehidupan tetap berjalan. Namun, bagi keluarga yang ditinggalkan, perjuangan tak kalah berat. Mereka bukan hanya harus menghadapi stigma sosial, tetapi juga harus bertahan dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit. Inilah yang menjadi alasan bagi Rutan Balige untuk terus melakukan pendataan dan memastikan bantuan sosial tepat sasaran.
Kepala Rutan, David Nicolas, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata dari tanggung jawab sosial. “Kami ingin hadir sebagai bagian dari masyarakat, bukan sekadar institusi yang menjalankan tugas pemasyarakatan. Bakti Sosial ini adalah wujud nyata kontribusi kami untuk mereka yang membutuhkan,” ujarnya penuh keyakinan.
Di balik segala keterbatasan, ada harapan yang terus menyala. Sentuhan kepedulian seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi mereka yang menerima, itu adalah bukti bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kehidupan.

