Tawuran pelajar menjadi salah satu ancaman serius yang dapat berujung pada tindak pidana dan merusak masa depan generasi muda. Menyikapi hal tersebut, Polsek Siantar Barat Polres Pematangsiantar memperkuat langkah pencegahan dengan turun langsung ke lingkungan sekolah.
Melalui Kanit Binmas IPDA Meliana dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjar AIPTU Wellinton Nababan, Polsek Siantar Barat menghadiri sosialisasi pencegahan tawuran yang digelar di SMP, SMK dan SMA Swasta Yayasan Perguruan (YP) Taman Siswa Kota Pematangsiantar, Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 07.15 WIB.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari sosialisasi yang diselenggarakan Polres Pematangsiantar dengan menghadirkan IPDA Lukman Azhari sebagai narasumber.
Dalam sosialisasi itu, para pelajar diberikan pemahaman mengenai berbagai dampak buruk tawuran, termasuk potensi terjadinya tindak pidana. Edukasi juga menyentuh persoalan perundungan (bullying) dan kenakalan remaja yang dinilai dapat menjadi pemicu munculnya konflik di kalangan pelajar.
Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho, S.H., M.H. mengatakan, pencegahan tawuran harus dilakukan sejak dini dengan membangun kesadaran pelajar agar mampu menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.
Para siswa juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi maupun ikut dalam aksi tawuran. Sebaliknya, setiap persoalan yang muncul di lingkungan sekolah diharapkan dapat disampaikan kepada guru, orang tua maupun pihak kepolisian untuk dicarikan solusi.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya Polri meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan.
Polsek Siantar Barat berharap para pelajar mampu memahami bahwa tawuran bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan tindakan yang dapat membawa konsekuensi hukum sekaligus mengancam masa depan mereka.
Dengan pendekatan edukatif dan humanis, kepolisian terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari tawuran, perundungan serta berbagai bentuk kenakalan remaja.
/Humas P Siantar

