Personel Polrestabes Medan mendapat apresiasi masyarakat setelah turun tangan membersihkan tumpukan sampah yang berserakan usai aksi unjuk rasa ratusan massa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (16/4/2026). Begitu massa membubarkan diri, puluhan petugas yang sebelumnya fokus pada pengamanan langsung menyisir badan jalan dan trotoar, memunguti botol plastik, kertas, hingga sisa logistik aksi yang tercecer. Upaya cepat ini dilakukan untuk mengembalikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menjaga estetika pusat Kota Medan.
Aksi bersih-bersih tersebut menjadi perhatian para pengguna jalan. Banyak yang menyampaikan apresiasi karena melihat polisi tidak hanya hadir menjaga Kamtibmas, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan ruang publik. Petugas tetap bekerja meski kegiatan unjuk rasa telah berakhir, menegaskan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis dan responsif.
Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Berjuang menggelar demonstrasi terkait polemik eksistensi PT Toba Pulp Lestari (TPL). Massa menuntut Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, agar mengirimkan rekomendasi pembatalan rencana pencabutan izin PT TPL kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan. Tuntutan itu disampaikan langsung oleh Koordinator Aksi, Maju Butarbutar, dari atas mobil komando.
“Untuk itu hanya satu kata, minta Gubernur Sumatera Utara Pak Bobby Nasution membatalkan pencabutan izin TPL ke Kementerian Kehutanan,” tegasnya dalam orasi di tengah kerumunan peserta aksi.
Meski jumlah massa besar dan dinamika lapangan sempat menghangat, jalannya aksi tetap kondusif. Hal ini tak lepas dari pola pengamanan yang diterapkan Polrestabes Medan. Petugas berjaga di sejumlah titik untuk mengurai potensi kerawanan dan menjaga situasi tetap terkendali.
Sebelum aksi berlangsung, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., telah memberikan arahan kepada jajarannya untuk menjunjung tinggi profesionalitas. Ia menekankan agar seluruh personel bertindak persuasif, tidak terpancing provokasi, serta mengedepankan pendekatan humanis selama mengamankan jalannya unjuk rasa.
“Laksanakan tugas pengamanan dengan penuh tanggung jawab. Kedepankan sikap persuasif dan humanis, serta tetap jaga emosi dalam menghadapi setiap dinamika di lapangan,” ujar Kapolrestabes.
Aksi unjuk rasa berakhir setelah aspirasi diterima, dan massa membubarkan diri secara bertahap. Tak lama berselang, petugas kepolisian justru mengambil peran tambahan—membersihkan area aksi agar kondisi kembali normal.

