Malam Jumat, warga digemparkan dengan adanya mayat wanita di depan toko roti France Bakery, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Suka Dame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar.
Kapolsek Siantar Utara, Iptu Herli D. Damanik, SH menerangkan, jasad wanita yang ditemukan itu teridentifikasi bernama Helentina, warga Tigadolok, Lumban Ri, Kabupaten Simalungun yang informasinya selama ini tinggal sendiri mengontrak di Ajibata.
Informasi dihimpun, pada Rabu tanggal 24 Agustus 2022 sekira pukul 18.30 WIB, Rehulina Lingga (43) seorang pedagang, warga Jalan Ragi Hidup, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar melihat korban turun dari Angkutan Umum Siantar Bus.
Wanita yang diperkirakan berusia sekitar 60Tahun itu katanya langsung rebahan tepat di samping toko roti France Bakery dengan tikar yang dibawanya sebelumnya.
Melihat hal tersebut Rehulina bertanya kepada korban, wanita itu pun menyampaikan ia nya hendak menuju Ajibata, namun karena kondisi kesehatannya sedang sakit ia meminta ijin untuk beristirahat sejenak di samping toko roti tersebut.
Hingga pada hari Kamis malam, 25 Agustus 2022 sekira pukul 22.00 WIB para pedagang masih melihat korban tiduran di emperan toko roti tersebut.
Namun karena melihat korban yang tiduran dengan mulut terbuka mereka pun mencoba memeriksa denyut nadi wanita tua itu dan tak lagi berdenyut, diperkirakan sudah meninggal dunia.
Warga dan pengendara yang melintas pun dibuat gempar.
Mereka lalu menghubungi polisi. Selanjutnya sekitar Pukul 22.50 WIB, Peronil Piket Sat Reskrim dan Personil Polsek Siantar Utara tiba di TKP lalu memeriksa kondisi korban.
Polisi selanjutnya mengevakuasi korban ke RSU Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar dan diterima oleh Staf RSU Yuni Fadhila dan membuat surat tanda penitipan jenazah.
Direncanakan dilakukan pemeriksaan terhadap korban besok pada Jumat
26 Agustus 2022 pada pukul 08.00 WIB.
Warga Simalungun Tewas Mendadak di Depan Toko Roti France Bakery Siantar
Teks Poto – Korban Yang Ditemukan Tewas di Depan Toko Roti France Bakery
SIANTAR,JAM 15.15 WIB
Warga yang bermukim disekitaran Parluasan. Tepatnya di depan Toko Roti France Bakery Jalan Sisimangaraja, Kota Siantar, dibuat geger. Pasalnya, mereka melihat sesosok wanita tua tergeletak di atas tikar matras bersama bantal.
Warga pun mengecek nadi wanita tua tersebut. Namun sudah tak berdenyut, sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas piket SPKT Polsek Siantar Utara, Kamis (25/4/22) malam sekira jam 22.00 WIB.
“Tadi sempat kami tanyain, katanya ibu ini mau pulang ke Ajibata, Kabupaten Simalungun. Mau nunggu bus lah tadi, rupanya tidur sebentar, sudah nggak bernafas lagi,” kata Randi, warga sekitar.
Kepada Randi, korban sebelumnya sempat mengatakan kalau dirinya sedang sakit. Tetapi, karena korban mengaku ingin istirahat, Randi akhirnya meninggalkan korban dalam keadaan tidur pulas.
“Bilangnya kek gitu, tapi nggak mau ngasih tau sakit apa. Terus kubelikkan teh manis, diminumnya lah, baru aku tinggal. Ada sekitar 20 menit lah, tau-tau sudah meninggal,” jelas Randi mengaku kaget.
Petugas piket Polsek Siantar Utara yang tiba dilokasi langsung mengevakuasi jasad korban. Mereka juga tampak mendatangi saksi mata, yakni untuk dimintai keterangan soal penyebab tewasnya korban.
Setelah itu, jasad korban dibawa petugas untuk keperluan visum ke Rumah Sakit Dr Djasamen Saragih, Kota Siantar. Karena keluarga korban belum ditemukan, jasad korban kemudian dititipkan sementara.
Kemudian pada Jumat (26/8/22) pagi sekitar 08.30 WIB, petugas berhasil menemukan keluarga korban. Petugas juga menyuruh agar keluarganya datang ke ruangan jenazah dan tak butuh waktu lama mereka pun tiba.
Keluarga korban yang tiba mengendarai mobil meminta agar jasad korban tidak dilakukan autopsi. Karenanya, petugas langsung membuatkan surat keterangan tidak keberatan atas kematian korban.
“Sudah buat tadi, dan jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Tiga Dolok, Kabupaten Simalungun,” papar Kapolsek Siantar Utara AKP Herli Damanik, Jumat (26/8/22).
Kapolsek menyebutkan, korban tinggal sebatang kara lalu mengontrak di Ajibata. Sehari-hari, korban dikatakan berkerja sebagai pengisi minyak pertamini di Ajibata.
“Ke Siantar mau belanja, kelelahan dan meninggal dunia. Menurut keterangan keluarganya, korban menderita sakit Radang Tenggorokan sesuai dengan obat yang kita temukan di TKP,” ujar Kapolsek. (Yoseph)

