PEMATANGSIANTAR – Komitmen merawat keberagaman dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Pematangsiantar mendapat pengakuan. Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi SH MKn, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Toleransi dalam Apel Kebangsaan Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) se-Sumatera Utara (Sumut) yang berlangsung di Lapangan Adam Malik, Sabtu (31/10/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kepemimpinan Wesly yang dinilai mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
Penghargaan diserahkan langsung Ketua DPD GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu, didampingi Ketua DPC GAMKI Kota Pematangsiantar, Jon Roi Tua Purba.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Utara, H Surya BSc, menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Persatuan dan Pembangunan Masyarakat. Sementara Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Marthin Philip Sinurat ST MT, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Pemuda Inspiratif Nasional.
Apel Kebangsaan tersebut dihadiri ribuan kader GAMKI dari berbagai kabupaten/kota se-Sumut. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme, persaudaraan, serta komitmen generasi muda dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly menegaskan bahwa Apel Kebangsaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkokoh persatuan, menumbuhkan nasionalisme, dan meneguhkan kecintaan terhadap tanah air.
Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penerus pembangunan, tetapi harus tampil sebagai pelaku perubahan dengan menghadirkan gagasan, kreativitas, inovasi, dan solusi atas berbagai tantangan zaman.
“Pemuda bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga harus menjadi pelaku perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, kreativitas, inovasi, serta solusi bagi berbagai tantangan zaman,” tegas Wesly.
Mengangkat tema “Pulihkanlah Bangsa Kami”, Wesly mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan kembali pentingnya membangun bangsa melalui semangat persatuan, kepedulian, integritas, dan tanggung jawab.
Ia juga berharap kader GAMKI dapat menjadi generasi muda yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, menjaga toleransi, menghormati perbedaan, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pembangunan.
Wesly mengingatkan, keberagaman suku, agama, budaya, dan golongan yang dimiliki Kota Pematangsiantar merupakan kekuatan sekaligus kekayaan yang harus dirawat bersama.
Karena itu, ia mengajak generasi muda agar tidak mudah terpecah akibat perbedaan maupun terprovokasi informasi yang belum tentu benar.
“Jangan mudah terpecah oleh perbedaan, jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta terus bangun komunikasi dan persaudaraan di tengah masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Wesly menegaskan Pemko Pematangsiantar senantiasa membuka ruang dan mendukung kegiatan organisasi kepemudaan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Ia berharap GAMKI dan organisasi kepemudaan lainnya dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis, toleran, produktif, dan sejahtera.
“Melalui kebersamaan dan semangat persatuan, kita ingin mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM, melalui Wakil Gubernur Surya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader GAMKI yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan Apel Kebangsaan tersebut.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Surya, Bobby berharap GAMKI terus menjadi organisasi kepemudaan yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, pemuda memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan perubahan melalui semangat, kreativitas, keberanian, dan gagasan baru. Namun, seluruh potensi tersebut harus dibarengi karakter kuat, integritas, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Apel Kebangsaan dipimpin langsung Ketua Umum DPP GAMKI, Sahat Marthin Philip Sinurat. Dalam amanatnya, ia menegaskan kesiapan GAMKI, khususnya di Sumatera Utara, untuk mengambil bagian dalam menjaga Indonesia, Sumatera Utara, dan Kota Pematangsiantar.
Ia mengingatkan bahwa komitmen kebangsaan tidak boleh berhenti pada kegiatan apel maupun ikrar semata, tetapi harus dibuktikan melalui karya dan tindakan nyata di tengah masyarakat.
“Kesiapan ini jangan hanya sekarang. Tapi bagaimana ke depan dapat ditunjukkan lewat karya, tindakan, aksi-aksi nyata yang kita lakukan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPD GAMKI Sumut Swangro Lumbanbatu mengingatkan seluruh kader agar menjadikan organisasi sebagai wadah pengabdian dan persaudaraan, bukan justru menjadi sumber persoalan di tengah masyarakat.
“GAMKI adalah milik bersama dan pemuda gereja bukan hanya milik sekelompok orang. Kepada seluruh rekan-rekan GAMKI, kita jangan jadi batu sandungan di tengah-tengah masyarakat,” pesannya.
Ketua DPC GAMKI Kota Pematangsiantar Jon Roi Tua Purba menjelaskan, Apel Kebangsaan GAMKI Tahun 2026 merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Kongres GAMKI XIII yang dijadwalkan berlangsung di Makassar pada November 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan komitmen pemuda gereja dalam menjaga keutuhan bangsa.
Menariknya, GAMKI turut mengundang tokoh-tokoh lintas agama dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi gambaran kuatnya semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pematangsiantar.
Dalam kesempatan itu, GAMKI juga mendorong Pemko Pematangsiantar bersama DPRD agar segera membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Toleransi.
Jon Roi berharap semangat toleransi tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui kebijakan daerah yang memiliki landasan hukum kuat dan berkelanjutan.
“Kami ingin Pematangsiantar menjadi contoh kota yang tidak hanya dikenal karena keberagamannya, tetapi juga karena komitmen nyata pemerintah dan masyarakat dalam merawat persaudaraan, kebhinekaan, dan perdamaian,” tandasnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengukuhan Brigade Serba Guna (Brigsena) GAMKI oleh Wakil Gubernur Sumut Surya bersama Wali Kota Wesly dan Ketua Umum DPP GAMKI. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ikrar yang diikuti ribuan kader GAMKI se-Sumatera Utara.
Turut hadir Kapolres Pematangsiantar AKBP Dhana Noer Kurniawan SIK MM, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, Ketua DPD KNPI Kota Pematangsiantar Arif Harahap SEI bersama Sekretaris Fransisco Sibarani, pimpinan organisasi pemuda lintas agama, para pimpinan cabang GAMKI kabupaten/kota se-Sumut, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Pematangsiantar.
Apel Kebangsaan GAMKI ini menjadi pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun persaudaraan. Dari Pematangsiantar, semangat toleransi dan persatuan kembali digaungkan sebagai fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa. (*)

