Persoalan banjir yang berulang setiap kali hujan turun di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar, belum juga mendapat penanganan di lapangan. Meski keluhan warga telah disampaikan kepada pihak kecamatan dan rencana peninjauan sempat disampaikan, hingga beberapa minggu kemudian warga mengaku belum melihat petugas datang untuk mengecek kondisi saluran air yang diduga menjadi penyebab banjir.
Akibatnya, setiap hujan kembali mengguyur kawasan tersebut, warga harus menghadapi persoalan yang sama. Air masuk ke dalam rumah, sementara solusi konkret yang diharapkan masyarakat belum terlihat.
Bangun Pasaribu menyampaikan, banjir yang terjadi berulang kali telah menimbulkan keresahan warga. Tingginya curah hujan diduga menjadi salah satu faktor, ditambah kondisi sebagian parit yang disebut telah ditutup sehingga aliran air tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Menurutnya, persoalan ini seharusnya segera ditindaklanjuti melalui peninjauan langsung agar pemerintah mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
Sebelumnya, saat dikonfirmasi pada Jumat (2/10/2026), Camat Siantar Marihat menyampaikan akan meneruskan informasi tersebut kepada sekretaris kecamatan (Sekcam) agar dilakukan peninjauan.
“Ok pak.. Trims informasinya.. Nanti biar kita teruskan ke sekcam biar dapat di tinjau pak,” demikian jawaban camat saat itu.
Namun, beberapa minggu setelah penyampaian tersebut, warga mengaku belum melihat adanya petugas atau perwakilan pemerintah yang datang meninjau lokasi. Sementara itu, persoalan banjir kembali terjadi ketika hujan turun dan air kembali masuk ke rumah warga.
Saat kembali dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut, camat meminta agar warga bersabar. Namun, jawaban tersebut belum memberikan kepastian kepada warga mengenai kapan peninjauan akan dilakukan maupun langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi persoalan banjir tersebut.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan mengenai keselarasan tindak lanjut di tingkat kecamatan dengan semangat pelayanan publik yang digaungkan Pemerintah Kota Pematangsiantar di bawah kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi bersama Wakil Wali Kota Herlina.
Wesly Silalahi dan Herlina dikenal masyarakat melalui jargon “CS Keras”, singkatan dari Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras. Slogan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan Kota Pematangsiantar, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sumber daya manusia, serta terciptanya lingkungan masyarakat yang sehat, inovatif, dan harmonis.
Melalui semangat CS Keras, berbagai program pembangunan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat persatuan, serta mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota yang maju, nyaman, dan berdaya saing.
Dalam konteks keluhan warga Suka Maju, semangat tersebut menjadi harapan agar pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk dalam merespons persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Ketika laporan warga telah diterima dan rencana peninjauan telah disampaikan, tindak lanjut di lapangan menjadi hal penting untuk memastikan persoalan tidak terus berulang tanpa penyelesaian.
Warga berharap Camat Siantar Marihat tidak berhenti pada penyampaian bahwa laporan akan diteruskan, tetapi memastikan adanya koordinasi dan peninjauan bersama instansi terkait. Jika sebagian parit yang tertutup menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air, kondisi tersebut perlu diperiksa agar solusi yang diambil sesuai dengan persoalan di lapangan.
Bagi warga, banjir bukan sekadar genangan ketika hujan turun. Air yang masuk ke dalam rumah berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, merusak barang-barang milik warga, dan menimbulkan kekhawatiran setiap kali cuaca memburuk.
Karena itu, warga mendesak Pemerintah Kota Pematangsiantar dan pihak Kecamatan Siantar Marihat segera memberikan kepastian mengenai jadwal peninjauan serta langkah penanganan yang akan dilakukan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata agar persoalan banjir tidak terus berulang dan slogan peningkatan pelayanan publik dapat dirasakan langsung oleh warga. (red/tim)
