Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Pematangsiantar menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di depan Balai Kota, Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Rabu (13/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak dan dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, Brimob, hingga instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Turut hadir mewakili Wali Kota Pematangsiantar, Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis SH, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul M. Lingga SH, Ketua Pengadilan Negeri Pematangsiantar Rinto L. Manullang SH MH, unsur Kodim 0207/SML, Denpom 1/I Pematangsiantar, personel Brimob, Satpol PP, BPBD, Dishub, Damkar, serta personel gabungan yang terlibat dalam surat perintah pengamanan.
Simulasi diawali dengan pengecekan kesiapan pasukan dan perlengkapan oleh Kapolres Pematangsiantar. Dalam arahannya, AKBP Sah Udur menegaskan seluruh personel agar menjalankan peran sesuai prosedur dan tugas masing-masing secara profesional.
“Yang diperagakan hari ini adalah gambaran tugas saat menghadapi situasi nyata. Tampilkan yang terbaik dan tunjukkan kesiapan kita dalam mengamankan situasi, mulai dari tahapan hijau, kuning hingga merah,” tegasnya.
Dalam simulasi tersebut diperagakan sejumlah skenario penanganan situasi kamtibmas, mulai dari aksi unjuk rasa penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pengendalian massa, hingga penanganan aksi anarkis dan penjarahan toko oleh massa.
Pada tahap awal, personel melakukan pendekatan humanis dan pengamanan preventif ketika massa masih kondusif. Namun seiring meningkatnya eskalasi situasi, petugas melakukan pengendalian massa lebih ketat melalui negosiasi dan imbauan. Ketika situasi berkembang menjadi anarkis, kendaraan taktis water cannon dan personel Brimob Polda Sumatera Utara diterjunkan untuk mengendalikan keadaan.
Simulasi tersebut juga menggambarkan pembagian tahapan pengamanan berdasarkan eskalasi situasi, yakni eskalasi hijau saat kondisi masih aman dan tertib, eskalasi kuning ketika massa mulai melakukan pelanggaran ketertiban, serta eskalasi merah saat tindakan anarkis mulai membahayakan keamanan masyarakat sehingga diperlukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.
Selain pengamanan lapangan, layanan Call Center 110 turut diperagakan sebagai pusat pelayanan cepat masyarakat dalam menerima laporan maupun pengaduan terkait situasi kamtibmas. Laporan yang masuk akan diteruskan secara responsif kepada personel di lapangan untuk segera ditindaklanjuti.
Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur T.M. Sitinjak menyampaikan simulasi Sispam Kota ini bertujuan meningkatkan kemampuan, kedisiplinan, serta koordinasi antar personel agar mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, kesiapan personel dan soliditas antarinstansi menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini sinergitas dan soliditas antarinstansi terus terjaga demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Pematangsiantar,” pungkas AKBP Sah Udur.
Kegiatan kemudian ditutup dengan apel konsolidasi yang dipimpin Kapolres Pematangsiantar dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh personel gabungan.

