Aksi unjuk rasa Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Medan di Kantor Wali Kota Medan, Kamis (27/8/2026), berlangsung dinamis. Meski sempat memanas, aksi tersebut akhirnya berakhir aman dan kondusif berkat pendekatan humanis yang dikedepankan personel Polrestabes Medan.
Aksi yang diikuti sekitar 80 peserta itu dipimpin Ketua DPC GMNI Kota Medan Damses Sianturi, Wakil Ketua Bidang Politik Pablo Saragih dan Sekretaris Jenderal M Fathur Amma. Massa membawa pengeras suara, spanduk, bendera Merah Putih, bendera GMNI serta satu unit mobil komando jenis Gran Max.
Dalam aksinya, GMNI menyampaikan sejumlah tuntutan terkait narkoba, kriminalitas, infrastruktur, lingkungan, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga transparansi pemerintahan.
Damses menyoroti persoalan kemacetan dan pertanahan. Sementara Pablo Saragih menyoroti pemerataan pembangunan infrastruktur agar tidak hanya terpusat di kawasan tertentu.
Sekjen DPC GMNI Kota Medan M Fathur Amma turut mengkritik kinerja Pemerintah Kota Medan dan menyinggung pembangunan Kantor Wali Kota Medan yang menurutnya menggunakan uang rakyat melalui pajak.
Dalam pernyataan sikapnya, GMNI mendesak Pemko Medan mewujudkan kota yang aman, tertib, nyaman dan berbudaya. Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu sorotan karena dinilai berkaitan dengan kriminalitas, kejahatan jalanan, tawuran antarkelompok pemuda dan pencurian.
Massa juga menuntut percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur dan pembenahan lingkungan, termasuk penanganan banjir, kerusakan dan ketidakmerataan jalan, drainase, penerangan jalan, fasilitas publik serta pengelolaan sampah.
Di bidang ekonomi, GMNI meminta pemerintah memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan daya beli, membuka lapangan pekerjaan serta memperluas akses permodalan dan pendampingan bagi UMKM.
Sementara di sektor pendidikan dan kesehatan, massa menyoroti sekitar 1.350 anak di Kota Medan yang disebut putus sekolah serta keluhan masyarakat mengenai akses fasilitas kesehatan yang dinilai masih rumit dan mahal.
GMNI juga mendesak pemerintah menghentikan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta menghentikan program yang dinilai sebagai pemborosan anggaran.
Situasi sempat memanas ketika massa merapat ke pintu gerbang Kantor Wali Kota Medan dan melakukan pendorongan pagar. Pimpinan aksi bahkan mengancam menerobos masuk apabila Wali Kota Medan tidak menemui mereka.
Di tengah situasi tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., bersama jajaran turun langsung melakukan pendekatan secara humanis. Personel, termasuk Polisi Wanita (Polwan), memberikan pelayanan dan pengamanan dengan mengedepankan komunikasi persuasif agar penyampaian aspirasi tetap berjalan tertib.
Kapolrestabes Medan kemudian mendampingi perwakilan Pemerintah Kota Medan menemui massa. Dialog berlangsung membahas sejumlah persoalan, mulai dari penanganan kejahatan dan parkir liar hingga banjir, anak-anak terlantar serta kondisi Kolam Deli.
Meski terdapat perbedaan pandangan, komunikasi tetap dikedepankan sehingga situasi dapat dikendalikan tanpa tindakan represif.
Setelah seluruh aspirasi dan tanggapan disampaikan, Kapolrestabes Medan mengimbau massa membubarkan diri secara tertib dan pulang dengan selamat.
“Setelah ini pulang dengan selamat, agar lalu lintas dilakukan pengawalan. Tuhan memberkati kita semua,” ujar Kapolrestabes Medan.
lp
Namun, pelayanan humanis Polrestabes Medan tidak berhenti setelah aksi selesai. Personel kepolisian, termasuk Polwan, bersama peserta aksi GMNI bergotong royong membersihkan sampah dan kotoran yang berserakan di sekitar Kantor Wali Kota Medan.
Polisi dan mahasiswa bersama-sama memungut serta mengumpulkan sampah sisa aksi agar tidak mengganggu aktivitas dan kenyamanan pengguna jalan.
Aksi bersih-bersih tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sarat pesan humanis. Di tengah perbedaan aspirasi dan kritik terhadap pemerintah, polisi dan mahasiswa menunjukkan kepedulian yang sama terhadap kebersihan dan ketertiban ruang publik.
Pengamanan bukan hanya memastikan aksi berlangsung aman, tetapi juga menghadirkan pelayanan kepolisian yang humanis hingga membantu mengembalikan kebersihan lokasi.
Setelah seluruh sampah dibersihkan, kawasan sekitar Kantor Wali Kota Medan kembali bersih, tertib, aman dan kondusif.

