Tiominar Sijabat (38), seorang kepala seksi di kantor Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Provinisi Sumatera Utara tewas bunuh diri dengan cara yang sangat tragis.
Tiominar yang bertempat tinggal di Jalan Anggarajim Kelurahan Girsang, Kec. Girsang Sipanganbolon, saat diketahui suami sekira pukul 04.00 Wib, korban dalam kondisi terbatuk-batuk, kemudian dari dalam mulutnya keluar buih yang banyak.
Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh keluarganya setelah ditemukan di rumahnya dengan mulut berbuih usai menenggak cairan pembersih lantai.
Namun beberapa jam dirawat korban dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat.
Camat Girsang Sipanganbolon, Maruwandi Yosua Simaibang membenarkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di salah satu kelurahan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri.
“Memang benar namun kepastian apakah akibat bunuh diri dan apa motifnya saya tidak tahu pasti, coba ke Kapolsek Parapat supaya jelas,” ujar Maruwandi, Kamis (16/2/2023).
Sementara itu, Kapolsek Parapat Jonni Silalahi membeberkan kronologi sementara kematian korban bunuh diri dengan meminum cairan pembersih lantai. “Suami korban sempat memberikan pertolongan dengan memberikan susu kaleng,” katanya.
Dikatakan Jonni, pihak keluarga membawa korban ke RSUD Parapat guna mendapatkan pertolongan medis.
“Namun, sekitar pukul 06.00 WIB korban dinyatakan sudah menghembuskan nafas terakhirnya,” pungkasnya.
Kapolsek Parapat, AKP Joni Silalahi, yang dikonfirmasi Wartawan , juga lewat pesan whatsApp, Kamis (16/2) siang, membenarkan informasi terkait adanya seorang ASN di Kelurahan Parapat yang tewas diduga meminum cairan pembersih lantai keramik. ” Ya pak benar ada kejadian diduga korban minum cairan pembersih lantai keramik,” tulis AKP Joni.
Menurutnya, pihak Polsek Parapat begitu menerima informasi adanya kejadian itu langsung menuju tempat kejadian perkara dan membantu mengevakuasi serta membawa korban ke RSUD Parapat di mana korban sempat dirawat.
“Kami sudah lakukan cek dan olah TKP, cari keterangan saksi dari anak, suami korban dan pihak rumah sakit, karena saat dibawa ke rumah sakit korban masih hidup dan diberi pertolongan,” terang Kapolsek.
Sedangkan menyangkut motif korban nekat meminum cairan pembersih lantai tersebut belum dapat diketahui.
Jenazah korban sudah diserahkan kepada keluarganya. Keluarga dengan iklas menerima bahwa kematian TS akibat minum cairan pembersih lantai dan berkaitan dengan itu, pihak keluarga (suami korban) membuat surat pernyataan untuk tidak diautopsi.

